(123)456 7890 demo@coblog.com

THR Lancar, Ekonomi Bergerak. Ada Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di The Indonesia Economic Club Malam Ini Pukul 21. 00 WIB

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

JAKARTA – Pemerintah memandang perusahaan-perusahaan agar membayarkan Tunjungan Hari Raya ( THR ) 2021 secara penuh kepada pekerja, paling lambat tujuh keadaan sebelum hari raya Idulfitri. Sementara THR bagi ASN pencairannya lebih cepat, yaitu H-10 Idulfitri.

Perusahaan yang melanggar bakal dikenakan sanksi denda sebesar lima persen dari total THR, serta sanksi administratif mulai dari teguran tercatat, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara/sebagian atau seluruh cara produksi, dan pembekuan kesibukan usaha.

Baca Juga:   Jokowi Cairkan Gaji ke-13 PNS, Silakan Cek Rekening

Penyaluran THR secara penuh bagi beberapa pengusaha swasta masih dirasa cukup berat. Hal itu dikarenakan ekonomi perusahaan belum pulih sepenuhnya dampak daripada pandemi Covid-19. Misalnya sekadar, pengusaha industri tekstil dengan masih berharap bisa mencicil THR melalui prosedur bipartit.

Ketua Gabungan Pertekstilan Indonesia menerangkan, menodong bantuan insentif listrik oleh PLN guna bisa membayarkan THR pekerja secara utuh. Menurutnya kondisi perekonomian dengan belum sepenuhnya pulih memakasa sejumlah pengusaha tekstil untuk mencicil THR hingga tiga kali pembayaran.

Baca Juga:   Jokowi: THR PNS mematok Pensiunan Cair H-10 Lebaran

Tengah bagi kaum pekerja berniat THR dapat diberikan secara penuh tanpa dicicil. Wakil Ketua Federasi Serikat Pekerja Persatuan Indonesia, Jumisih, mengkritisi kebijakan pemerintah terkait dibukanya posko layanan dan pengaduan THR bagi pekerja. Menurut Jumisih hal tersebut sudah dilakukan pemerintah sejak tahun-tahun sebelumnya, namun bentuk pengwasannya masih minim dan invalid efektif.